Sabtu, 27 Desember 2025

Menjadi Murid yang Dikasihi: Belajar Setia dan Intim dari Santo Yohanes Rasul


Stefan Sikone 



Hari ini, tanggal 27 Desember, tepat di tengah sukacita Oktaf Natal, Gereja mengajak kita mengalihkan pandangan sejenak dari palungan bayi Yesus menuju sosok yang hari ini kita kenal sebagai salah satu penulis Injil.

Kita merayakan Pesta Santo Yohanes Rasul dan Penginjil.

Yohanes adalah figur yang unik. Ia dipanggil Tuhan saat masih remaja—yang termuda di antara para Rasul.

Namun, usia muda tidak menghalanginya untuk memiliki kedewasaan iman yang luar biasa.

Julukan abadi yang melekat padanya, "Murid yang Dikasihi" (The Beloved Disciple), bukan sekadar gelar kehormatan, melainkan sebuah undangan bagi kita semua untuk menyelami apa artinya menjadi sahabat karib Tuhan.


1. Saksi Mata Keilahian dan Kemanusiaan

Yohanes bukan sekadar pengikut biasa. Bersama Petrus dan Yakobus, ia masuk dalam "lingkaran terdalam" Yesus.

Yohanes hadir dalam momen-momen paling krusial dan intim: ia melihat kuasa Kristus membangkitkan putri Yairus, ia terpana melihat kemuliaan ilahi saat Transfigurasi di gunung, namun ia juga menyaksikan peluh darah Yesus di Taman Getsemani.

Pengalaman personal inilah yang membuat Injil yang ditulisnya berbeda dari Matius, Markus, dan Lukas.

Yohanes menulis dengan tinta pengalaman batin yang mendalam, menekankan Keilahian Kristus (Divinity) dengan detail yang tidak dimiliki penginjil lain. Ia melihat apa yang orang lain luput, dan ia menuliskannya agar kita percaya.


2. Kesetiaan di Bawah Kaki Salib

Ujian cinta terbesar adalah penderitaan. Ketika para rasul lain lari bersembunyi karena ketakutan saat Yesus ditangkap, Yohanes—si "anak muda" ini—justru menunjukkan keberanian yang lahir dari kasih.

Ia setia mendampingi Yesus mulai dari awal pelayanan hingga detik-detik paling menyakitkan di Golgota.

Yohanes berdiri tegak di samping Maria di bawah kaki salib. Kehadirannya di sana membuahkan sebuah "wasiat agung". Yesus, dalam nafas terakhir-Nya, menyerahkan Ibu-Nya kepada Yohanes: "Inilah ibumu," dan menyerahkan Yohanes kepada Ibu-Nya.

Gereja melihat ini bukan sekadar kewajiban sosial merawat janda, melainkan mandat supranatural: Maria dipercayakan menjadi Ibu bagi semua murid Kristus sepanjang masa.


3. Semangat Kaum Muda yang Membara

Semangat muda Yohanes mengajarkan kita bahwa kekudusan tidak menunggu tua.

Zeal atau semangatnya yang berapi-api bagi iman, dipadukan dengan kasih yang lembut kepada Tuhan, menjadikannya penulis yang produktif (Injil Yohanes, tiga Surat Yohanes, dan Kitab Wahyu).

Ia adalah satu-satunya Rasul yang tidak mati sebagai martir darah, tetapi ia adalah "martir cinta" yang bertahan hidup paling lama untuk menjadi saksi hidup bagi Gereja perdana.


Kesimpulan

Merayakan Pesta Santo Yohanes Rasul berarti merayakan keintiman dengan Tuhan.

Santo Yohanes mengajarkan kita bahwa untuk menjadi "murid yang dikasihi", kita tidak perlu menjadi yang paling tua atau paling pintar.

Kita hanya perlu memiliki hati yang setia: setia mendengarkan detak jantung Tuhan dalam doa, setia berdiri memanggul salib saat masa sulit, dan setia menerima Bunda Maria sebagai ibu kita.

Seperti Yohanes, semoga kita pun berani menyerahkan masa muda, masa tua, dan seluruh hidup kita untuk menjadi sahabat dekat Yesus.

Santo Yohanes Rasul, doakanlah kami.***

Sumber: ewtnvatican.com


Sabtu, 22 November 2025

Hidup Kristus Raja!: Kesaksian Pengampunan di Depan Moncong Senjata



Di dalam tembok dingin penjara Meksiko, pada subuh tanggal 23 November 1927, waktu terasa berhenti. Di situlah, Pastor Miguel Pro—seorang pria yang dituduh melawan rezim tanpa bukti—sedang bersiap untuk perjalanan terakhirnya.

Di luar, regu tembak sudah menanti. Sebuah kamera disiapkan bukan untuk mengabadikan keadilan, melainkan untuk mengirimkan pesan teror. Namun, Pastor Pro telah jatuh cinta begitu dalam kepada Tuhannya sehingga rasa takut telah lenyap, digantikan oleh kedamaian yang tak tergoyahkan.

Pilihan di Pelayaran Eksekusi

Saat pintu sel terbuka, Pastor Pro berjalan dengan tenang. Ia tidak melawan atau memohon. Di pelataran eksekusi, ia berlutut sejenak. Dengan Rosario di satu tangan dan Salib di tangan lain, ia menolak penutup mata. Ia ingin melihat mereka yang akan mengakhiri hidupnya.

Lalu, ia melakukan tindakan yang paling mengharukan: ia memberkati para eksekutornya.

Dengan suara yang penuh iman, Pastor Pro berseru lantang: “Semoga Tuhan mengampuni Anda! Semoga Tuhan memberkati Anda! Tuhan, Engkau tahu bahwa aku tidak bersalah! Dengan segenap hati, aku mengampuni musuh-musuhku!”

Ia telah memilih. Di tengah kebencian yang mengelilingi, ia memilih pengampunan. Di tengah keputusasaan, ia memilih pengharapan.

Kebangkitan di Tengah Kematian

Berdiri tegak menghadap laras senapan, Pastor Pro merentangkan kedua tangannya lebar-lebar menyerupai salib. Dan dengan suara yang menggema melintasi halaman, ia meneriakkan kalimat agung yang menjadi simbol perlawanan tanpa kekerasan:

“Viva Cristo Rey”! — Hidup Kristus Raja!

Tembakan pertama dilepaskan. Luar biasa, Pastor Pro masih bernapas. Seorang tentara kemudian mendekat dan memastikan akhir hidupnya dengan tembakan jarak dekat.

Para penguasa berpikir, foto-foto dan kisah eksekusi ini akan menjadi peringatan keras. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Keesokan harinya, kisah keberanian dan pemaafan Pastor Pro menyebar bagai api. Alih-alih ketakutan, foto-foto itu justru memicu gelombang devosi.

Meskipun misa dan ritual pemakaman Katolik dilarang, empat puluh ribu pelayat membanjiri jalanan untuk mengantarnya. Dua puluh ribu umat berkumpul di pemakaman, berdoa di tengah larangan.

Pastor Miguel Pro, yang tewas sebagai martir, telah memberikan kesaksian abadi: Cinta dan pengampunan jauh lebih kuat daripada kebencian dan kekejaman.

Kisahnya tetap menjadi inspirasi bagi siapa pun yang menderita karena iman mereka, mengingatkan bahwa keyakinan yang teguh dapat mengubah sebuah eksekusi menjadi kebangkitan spiritual yang tak terlupakan.***

Sabtu, 15 November 2025

Apakah Kita Mengenali Wajah Kristus dalam Pelayanan Kita?


Bacaan untuk refleksi ini : Mat. 25:31-46 

Setiap tindakan pelayanan yang tulus berakar pada dorongan spiritual untuk meneladani kasih. Namun, sering kali praktik pelayanan kita terperangkap dalam pola pikir duniawi: memisahkan diri kita (si pemberi) dari mereka yang kita layani (si penerima).

Kerap kali, kita kehilangan fokus pada misteri sejati yang tersembunyi dalam pelayanan. Untuk memahami mengapa kaum miskin dapat menjadi guru spiritual kita, kita harus kembali kepada perikop Injil yang memberikan landasan paling radikal tentang identitas dan pelayanan.

Matius dalam Injilnya memberikan kita sebuah landasan bahwa kita harus belajar dari kaum miskin sebagaimana tertuang jelas dalam bab 25 ayat 31-46 yakni  perumpamaan tentang Penghakiman Terakhir.

Rasa-rasanya perikop tersebut mungkin menakutkan yakni tentang pemisahan yang kekal, Yesus Kristus mengungkapkan sebuah rahasia yang mengubah seluruh arti pelayanan:

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40)

1. Kaum Miskin sebagai Sakramen kehadiran Kristus

Ayat ini secara dramatis menghapus dikotomi antara pelayan dan yang dilayani. 

Kristus tidak mengatakan bahwa pelayanan mirip dengan melayani Dia; Dia mengatakan pelayanan adalah melayani Dia dalam diri orang yang lapar, yang sakit, yang dipenjara, dan yang tidak punya pakaian. Mereka yang dilayani itu bukanlah objek amal, melainkan manifestasi tersembunyi dari Anak Allah.

Dengan pemahaman ini, orang miskin menjadi sakramen—tanda yang kelihatan dari anugerah tak kelihatan.

2. Pelayanan sebagai Adorasi (Pemujaan)

Jika kita melayani yang termiskin dan terhina sama dengan melayani Kristus sendiri, maka pelayanan kita bukan lagi tindakan belas kasihan yang bersifat opsional, melainkan sebuah tindakan adorasi atau pemujaan yang esensial.

Pelayan yang memahami hal ini akan datang bukan dengan kesombongan seorang penyelamat, tetapi dengan kerendahan hati seorang peziarah yang mencari perjumpaan Ilahi.

Di hadapan "saudara yang paling hina," ia menyadari bahwa ia sedang berdiri di tanah yang kudus.

Sikap ini secara otomatis menciptakan kesetaraan dalam pertemuan; tidak ada lagi pihak yang superior atau inferior, melainkan dua jiwa yang bertemu di hadapan Tuhan.

3. Pelajaran yang Diperoleh

Dalam pertemuan ini, kita sebagai pelayan belajar:

 -  Rendah (Kerendahan) Hati: Kesadaran bahwa kita melayani Tuhan itu sendiri menghancurkan ego kita.

 - Pelajaran Martabat: Kita belajar melihat martabat Kristus, bukan kemiskinan materi, dalam diri sesama.

 - Pelajaran Kebenaran: Kaum miskin menjadi guru yang menguji keaslian iman kita: seberapa jauh kita bersedia melihat Tuhan di wajah yang paling tidak kita harapkan?

Kesimpulan

Perikop Injil Matius 25: 31-46 mengajarkan bahwa kaum miskin adalah guru utama Injil karena mereka adalah kunci pengungkapan identitas Kristus.

Pelayanan yang didasarkan pada pemahaman ini bukan lagi sebuah tugas sosial yang kita lakukan "untuk orang lain," melainkan sebuah privilese rohani yang kita terima "untuk diri kita sendiri"—kesempatan untuk bertemu dan memuji Tuhan dalam wujud manusia yang paling rentan.***

Stefan Sikone 


Senin, 22 September 2025

Sejarah hadirnya KSP Kopdit Pintu Air di Salatiga - Titik Kumpul/Unit -Art. 1)

Penulis: Stefan Sikone, MM 


Bertepatan dengan hari Pentakosta Minggu, 19 Mei 2024, KSP Kopdit Pintu Air Rotat Maumere mulai petualangan di Salatiga.


Ceritanya cukup heroik. Setelah perayaan Ekaristi, saya dan Bu Maria bersiap-siap untuk berangkat ke Karang Jati Ungaran untuk bertemu dengan 2 orang anggota perintis kopdit Pintu Air Rotat Maumere.


‎Siapa mereka itu? Keduanya adalah Pak Robert (bapak kecilnya pak Bertus, yang namanya di KTP tertulis Muhammad Toriq) dan pak Yuven.


‎Pak Robert dan pak Yuven, sebetulnya mampir di tempatnya Bertus di Karang Jati, Ungaran dari Yogyakarta.


‎Saya bersama Bu Maria berangkat dari Salatiga sekitar jam 14.00 WIB numpang izuzu prona. Tiba di tempatnya Bertus pukul kurang lebih pukul 15.00 WIB.


‎Ketika tiba di rumahnya Bertus, pak Robert dan pak Yuven sedang beristirahat, karena kecapekan setelah perjalanan dari Yogyakarta ke Karang Jati, Ungaran.


‎Setelah keduanya dibangunkan dari tidur, mulailah bercerita tentang Maumere. Maklum saya mulai cerita ini untuk mengenangkan kembali masa sewaktu saya berada di Ledalero Maumere. Sedangkan Bu Maria ya tentu juga begitu, karena beliau adalah orang Wukak, Maumere.


‎Cerita perlahan masuk ke babak utama yaitu tentang koperasi Kopdit Pintu Air. Diskusi berlangsung hingga pukul 23.30 WIB.


‎Kesepakatan awal adalah saya dan Bu Maria jadi anggota koperasi Kopdit Pintu Air. Okelah. Uang dari mana untuk jadi anggota... dipikirkan kemudian.


‎Saya langsung setuju untuk menjadi anggota koperasi Kopdit Pintu Air karena penjelasan dari pak Robert dan pak Yuven sangat bisa diterima oleh akal. Prospeknya pun sangat bagus, karena visi dan misinya pun brilian, visioner.


‎Setelah selesai pertemuan di Karang jati, saya dan Bu Maria pulang ke Salatiga numpang bis patas Eka. Dalam perjalanan di atas angkutan yang kami tumpangi itu, cerita tentang koperasi Kopdit Pintu Air masih terus berlanjut seru walau hanya di antara kami berdua. Senang rasanya untuk memulai bisnis ini, dan ya ini karena semangat dari koperasi Kopdit Pintu Air penuh motivasi.


‎Senin, 20 Mei 2024 saya berangkat ke sekolah untuk mengajar, sedangkan Bu Maria di rumah, diam-diam rencana pulang ke Karangjati untuk mendapatkan informasi lebih detail soal koperasi Kopdit Pintu Air dari pak Robert dan pak Yuven.


‎Bertiga: saya, dua Maria, Gratia menjadi anggota koperasi Kopdit Pintu Air. Saya nomor 1, mama Maria 2, dan Gratia nomor 3 (bdk dengan nomor anggota), masing-masing 500.000 ... jadi saya transfer 1.500.000


‎Perjalanan koperasi dimulai setelah resmi menjadi anggota.

‎Hari demi hai, kita berdua (saya dan Bu Maria) mulai mewartakan atau gampangnya bercerita kepada teman-teman, tetangga sekitar RT/RW. Tanggapan berbeda-beda, ada yang dukung, tetapi ada yang tidak, kelihatan dari bahasa yang dikatakan saat menjawab cerita kita. Dan yang tidak mendukung ini bercerita kepada temannya secara sinis katakan kita mau lihat.

‎Berikutnya yang jadi anggota adalah Bu Siwi (bulan Juni/Juli 2024) tetangga mungkin jadi anggota reguler karena kebetulan berteman baik dengan Bu Maria.


‎Sabtu, 31 Agustus seminar lunching di SD Sidorejo 06 dekat balai dukuh RW 11.


‎Bulan Agustus/awal September 2024 pak Fana menjadi anggota reguler.


‎Mulai bulan September 2024 mulailah program Jempola.


‎Hingga akhir tahun 2024. Anggota koperasi Kopdit Pintu Air Maumere Titik Kumpul Salatiga berjumlah 270 orang.

‎Langsung ada rencana untuk kontrak sebuah tempat dijadikan kantor.***


‎Sepakati rumah (miliknya Bu Linda, dibeli dari pak Alam) di sebelah rumahku. Nilai kontrak/tahun 15.000.000 dan kita kontrak 2 tahun sehingga dibayar Rp. 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah).


‎Mulai bulan Januari 2025, menempati kantor baru, sekaligus menjadi koperasi Kopdit Pintu Air Maumere unit Salatiga.


‎Tanggal 5 Januari 2025, Wische datang dari Yogyakarta. Wische ini adalah karyawan dari kantor pusat yang tugasnya nanti untuk kepentingan administrasi.


‎Wische diantar oleh 2 temannya dari kantor cabang pembantu di Yogyakarta. Keduanya adalah Nurty (Orang Manggarai) dan.... Orang Kupang yang tinggal di Ende.


‎Jam 21.30 WIB dua teman yang mengantar Wische kembali ke Yogyakarta bersama sopir mas Budi.

‎Wische tetap di Salatiga. Sambil kita menunggu proses pemberesan administrasi kontrak rumah dan peralatan kantor: meja, kursi, komputer, lemari arsip.


‎Wische sementara ini di rumahku blok b no 1. Resminya kerja tanggal 6 Januari 2025, tetapi karena masih persiapan maka seperti biasa saja urus administrasi sederhana saja.***














Kamis, 09 Mei 2024

Dia Rela Berdarah

Namanya Farhan Rizky Romadon, pemuda Muslim yang rela menjadi tameng mahasiswi Katolik dari amukan warga intoleran.


Tak ada yang lebih mulia dari seseorang yang rela mengucurkan darahnya untuk orang lain. Dan Farhan rela berdarah. Dahsyatnya, tanpa sadar - Farhan telah melakukan ajaran puncak tentang kasih. Seperti ada tertulis: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." 

Dan Farhan melakukannya, melalui simbol darah yang dikucurkannya. Adakah kita sendiri rela dan sanggup melakukannya?

Farhan artinya kegembiraan, kebahagian. Setidaknya pemuda ini telah memberikan secercah kegembiraan di tengah kepedihan negeri yang masih dikuasai oleh intoleransi di berbagai tempat.

Farhan sanggup menyandang marwah namanya. Cepat sembuh, anak muda yang luar biasa, anak muda rajawali. Sebarkan kegembiraan, taburkan kebahagiaan bagi sesamamu - tanpa pandang bulu.***


By: HT

Dikutip dari terusan (forwarded) di WA

Rabu, 08 Mei 2024

Doa Rosario dilanjutkan Katekese Pendidikan



TOPTIM - Rabu, 8 Mei 2024 jam 18.00 WIB di tempat Bu Lestari, Sub Lingkungan Villa Kenanga (dari lingkungan St. Mikhael) Salatiga mengadakan pertemuan 1 Doa Rosario dan dilanjutkan Katekese Pendidikan.

PENGANTAR 

BULAN KATAKESE PENDIDIKAN 2024


Romo, Bruder, Suster, Ibu, Bapak dan Orang Muda yang terkasih. Berkah Dalem.

Sebagaimana diketahui Bulan Mei 2024 selain Bulan Maria, secara khusus Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengajak umat untuk semakin peduli pada pendidikan.

Kami dari Bidang Pewartaan Paroki mohon maaf atas keterlambatan menyampaikan informasi berikut:

1. Perihal Surat Gembala Uskup Agung Semarang menindaklanjuti Hasil Sinode Pendidikan KAS dapat disimak pada link berikut: https://kas.or.id/surat-gembala-sinode-pendidikan-keuskupan-agung-semarang/

2. Pengantar Bulan Katekese Pendidikan KAS 2024 yang disampaikan Romo V. Deny Sulistiawan, Pr. selaku Kepala Unit Pengembangan Pastoral (UPP) Pendidikan KAS dapat disimak pada link berikut:

https://kas.or.id/pengantar-bulan-katekese-pendidikan-keuskupan-agung-semarang-2024/

Demikian informasi disampaikan mengenai Bulan Katakese Pendidikan 2024 yang bersamaan dengan Bulan Maria, beserta penjelasan panduan/materi yang disampaikan setiap minggunya.








Sarasehan pendidikan diawali dengan pembacaan surat gembala uskup agung Semarang oleh Bu Prapti.

Setelah dibacakan surat gembala dilanjutkan dengan pendalaman dan diskusi.***





Senin, 22 April 2024

Paus Fransiskus Bertemu dengan Seminaris Metropolitan Sevilla Spanyol di Roma

TOPTIM - Paus Fransiskus mengadakan pertemuan dengan para seminaris dan tim pembina dari Seminari Metropolitan Sevilla dan Seminari Redemptoris Mater di Roma pada Sabtu, 20 April 2024 demikian dilaporkan media online Zenitdotorg.


Pertemuan yang berlangsung di Aula Clemens Istana Apostolik ini merupakan momen penting dalam perjalanan pembentukan para seminaris.

Dalam pertemuan tersebut, Paus Fransiskus mengucapkan terima kasih kepada delegasi Sevilla atas kunjungan mereka dan mendorong mereka untuk menjalani waktu tersebut dengan keajaiban dan rasa syukur akan anugerah iman yang telah diterima dari para Rasul. 

Paus juga mengingatkan para seminaris bahwa mereka telah dipanggil oleh Tuhan dan sedang mempersiapkan diri untuk menjadi gembala yang mengikuti Hati Kristus.

Dalam pidatonya, Paus Fransiskus menyoroti empat aspek penting dalam proses pembentukan para seminaris, yaitu kehidupan spiritual, studi, kehidupan komunitas, dan aktivitas apostolik. 

Ia menekankan pentingnya integrasi dalam menjalani peran sebagai imam yang lengkap, dengan dedikasi total kepada Tuhan dan sesama, terutama mereka yang sedang menderita.


Paus juga mengutip ajaran dari Kardinal Marcelo Spinola yang diberkati, yang menekankan bahwa kebajikan dan pengetahuan harus diajarkan kepada calon imam. 

Paus menjelaskan bahwa pengetahuan tanpa kebajikan hanya akan membesar-besarkan diri tanpa memberikan manfaat, sementara kebajikan tanpa pengetahuan tidak akan mampu mengajar dengan baik.

Setelah pidatonya, Paus Fransiskus berdialog dengan para seminaris mengenai pentingnya pembentukan dan misi seorang imam pada masa kini. 

Uskup Agung Sevilla, Monsinyur José Ángel Saiz Meneses, mengungkapkan kegembiraannya atas pertemuan tersebut dan menyatakan bahwa Paus memberikan arahan yang indah mengenai pembentukan manusia secara holistik. 

Uskup Agung Sevilla itu juga menekankan pentingnya sukacita dan humor dalam menjalani panggilan imamat.

Pertemuan ini dianggap sebagai momen yang berarti bagi para seminaris Sevilla dalam memperdalam iman dan mempersiapkan diri mereka sebagai gembala bagi umat. 


Paus Fransiskus mengingatkan mereka untuk memanfaatkan waktu pembentukan dengan baik, dengan hati yang tertuju kepada Tuhan, tangan terbuka, dan senyuman lebar untuk menyebarkan sukacita Injil kepada semua orang yang mereka temui.

Setelah pertemuan, delegasi Sevilla merasa terharu dan dikuatkan dalam iman, panggilan, dan misi mereka sebagai calon imam. 

Mereka mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan bertemu dengan Paus Fransiskus dan merasakan kedekatan beliau dengan Tuhan.

Pertemuan ini menjadi momentum yang berarti bagi para seminaris Sevilla dalam perjalanan mereka menuju imamat. 

Mereka diingatkan akan pentingnya dedikasi kepada Tuhan dan pelayanan kepada umat, serta betapa pentingnya memiliki keajaiban dan sukacita dalam hidup mereka sebagai gembala yang mengikuti jejak Yesus.***


Sumber: zenitdotorg 

Minggu, 21 April 2024

Momentum Bersejarah: Paus Fransiskus dan Biarawati Karmel Discalced Diskusikan Revisi Konstitusi

TOPTIM - Melansir dari Zenitdotorg, Paus Fransiskus menerima para Biarawati Karmel Discalced dalam audiensi khusus di Istana Apostolik di Kota Vatikan pada hari Kamis, 18 April 2024. 


Paus  Fransiskus sedang berdialog dengan para biarawati 

Dalam pertemuan tersebut, Paus Fransiskus memberikan arahan kepada para biarawati tentang bagaimana merevisi Konstitusi mereka yang telah ada sejak tahun 1990-an.

Pada kesempatan tersebut, Paus Fransiskus mengungkapkan kegembiraannya dalam bertemu dengan para biarawati dan mengapresiasi upaya mereka dalam merevisi Konstitusi mereka. 

Ia mengakui bahwa ini adalah tugas yang penting, bukan hanya untuk kebutuhan alami dalam kehidupan komunitas, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berdoa dan mendiskusikan langkah-langkah yang lebih baik. 

Paus Fransiskus memberikan penekanan penting pada tetap terbuka terhadap kerja Roh Kudus dalam menemukan bahasa dan cara baru yang dapat lebih menghidupkan kehidupan kontemplatif yang menjadi panggilan mereka. 

Ini adalah cara agar karisma Karmel tetap terjaga dan menarik banyak hati untuk kemuliaan Tuhan dan kebaikan Gereja.

Dalam proses merevisi Konstitusi, Paus Fransiskus mendorong para biarawati untuk menggali kembali masa lalu mereka dan mempertimbangkan kebutuhan masa depan. 

Ia menyoroti bahwa panggilan kontemplatif bukanlah tentang melindungi bara api yang sudah ada, tetapi tentang menghidupkan api kasih yang terus berkobar dan memberikan kehangatan bagi Gereja dan dunia. 

Paus Fransiskus juga menjelaskan bahwa dalam hidup mereka, para biarawati Karmel tidak hanya berusaha untuk menjaga jarak dengan dunia, tetapi juga untuk menyatu dengan dunia. 

Mereka mengizinkan diri mereka untuk disentuh oleh kasih Kristus dan tumbuh dalam persatuan dengan-Nya, sehingga kasih-Nya dapat tercermin dalam segala hal yang mereka lakukan dan katakan.

Paus Fransiskus menekankan bahwa dalam merevisi Konstitusi mereka, para biarawati Karmel harus tetap terbuka terhadap tuntunan Roh Kudus, kebaruan Injil, dan tanda-tanda yang Tuhan tunjukkan melalui pengalaman hidup dan tantangan manusia. 

Mereka harus tetap setia pada karisma Karmel yang sama, sambil menemukan cara-cara baru untuk menghadapi perubahan zaman dan menarik hati orang-orang untuk mengenal dan mengikuti panggilan hidup kontemplatif.

Paus Fransiskus mengakhiri pertemuan tersebut dengan mengingatkan para biarawati Karmel tentang pentingnya harapan Injil dalam hidup mereka. 

Paus Fransiskus menekankan bahwa harapan Injil tidak didasarkan pada perhitungan manusia atau nostalgia terhadap masa lalu, tetapi pada kepercayaan kepada kehendak Tuhan dan kemampuan untuk membuat keputusan yang berani dan berisiko. 

Harapan Injil memampukan mereka untuk terus maju dalam memperdalam hubungan mereka dengan Tuhan dan menjadi saksi kasih-Nya bagi dunia.


Dalam audiensi tersebut, Paus Fransiskus memberikan dorongan dan bimbingan kepada para biarawati Karmel Discalced dalam proses merevisi Konstitusi mereka.

Ia mengingatkan mereka untuk tetap setia pada karisma Karmel, sambil membuka diri terhadap dorongan Roh Kudus dan kebutuhan zaman.***

Sumber berita: Zenit

Minggu, 30 April 2023

Penemuan Cemerlang Teknologi yang Hanya Ada di Jepang

Benedictus Magnus Moat Amfotis *

Jepang adalah negara terdepan kedua di dunia untuk teknologi, tepat di belakang Finlandia – dan diikuti oleh Amerika Serikat. Sementara negara yang relatif kecil ini hanya dihuni oleh 126 juta orang, (hanya 1,7 persen dari total populasi global), Jepang telah berhasil memimpin dengan kuat di sektor teknologi, ilmiah, dan biomedis.

 

Alasan kemajuan ini bervariasi; namun, sebagian besar dari kesuksesan ini dapat dikaitkan dengan mentalitas pemuda yang inovatif. Tingkat prestasi akademik negara tersebut, misalnya, menempati urutan kedua di dunia untuk matematika dan pertama di dunia untuk sains. Jepang membelanjakan lebih dari 3,5% dari PDB-nya untuk pendidikan.

 

Fokus pada pencapaian skolastik ini terbawa ke dunia profesional, di mana para penemu, pengusaha, dan insinyur Jepang terus-menerus menciptakan (dan menciptakan kembali) ide-ide baru yang didukung oleh data. Seperti yang akan Anda lihat, beberapa penemuan paling unik di dunia dibuat – dan untuk saat ini, dapat ditemukan secara eksklusif – hanya di Jepang.

 

Bantalan Kepala

Apa itu: Sandaran kepala tangan yang memungkinkan Anda tidur siang di Anda.

Diciptakan: 2015

Harga Rata-Rata: $40*

 

Penemuan aneh ini terlihat sedikit menyeramkan, tetapi tampaknya populer. Penahan kepala berbentuk tangan menempel di meja Anda, dan Anda dapat menyesuaikan bentuk tangan agar sesuai dengan kepala Anda, memungkinkan Anda untuk tidur siang di kantor, jika Anda mau. Ini seperti tangan uretan ketiga.

 

Anda juga dapat menggunakannya untuk mengistirahatkan dagu saat Anda tetap terjaga dan menyelesaikan pekerjaan. Penahan kepala berbentuk tangan seharusnya memperbaiki postur tubuh Anda. Penemuan ini telah ada sejak 2015, dan harganya setara dengan AS sekitar $40 secara total.

 

Aplikasi untuk masa penemuan ini benar-benar tidak ada habisnya. Misalnya, saat terjebak berjam-jam dalam penerbangan panjang, siapa yang tidak mendambakan lengan ekstra untuk membantu menggendong kepala untuk tidur siang di tengah penerbangan? Apalagi jika Anda terjepit di kursi tengah.***

Minggu, 12 Maret 2023

Tuhan telah Menentukan Kita Menjadi Raja dan Ratu dalam kehidupan

 Salatiga, Minggu, 12 Maret 2023

Bulan lalu kita pernah belajar bersama di sini bahwa kita semua, tanpa kecuali, telah  ditentukan oleh Tuhan Allah untuk menjadi raja dan ratu dalam kehidupan di planet bumi ini. Pertanyaan yang muncul di sini sekarang ini adalah, apakah kita memiliki kekuasaan atau kemampuan untuk melaksanakan tugas kita sebagai raja dan ratu dalam kehidupan di planet bumi ini? Sekarang, cobalah perhatikan Chihuahua dan Grizzly! Cerita pendek tentang kedua jenis binatang ini bisa membantu kita untuk menjawab pertanyaan di atas.


Chihuahua adalah seekor anjing kecil yang suka menyalak. Ia  memiliki sifat keras kepala, kepala batu, dan tidak pernah mudah menyerah. Waktu bertemu dengan seseorang, biasanya ia akan mendengking dan menyalak dengan tiada henti-hentinya untuk memaksanya segera meninggalkan wilayah kekuasaan Chihuahua. Chihuahua mungkin akan nekad atau tidak segan-segan menggigit pergelangannya. Jika ia hanya mengusirnya secara sambil lalu, Chihuahua pasti akan berjuang dengan sekuat tenaga lagi untuk menguasainya. Akan tetapi, kalau sudah terlalu jengkel terhadap prilakunya itu, ia hanya perlu menendangnya dengan sedikit keras dan menghardiknya dengan bersuara keras. Chihuahua  biasanya akan terkaing-kaing sambil bergerak menjauh daripadanya.  Chihuahua pasti kalah karena ketakutan dan takut dipermalukan. Mengapa bisa terjadi seperti itu pada Chihuahua? Mengapa ia bisa menaklukkan dan menguasai Chihuahua yang terkenal sangat galak, keras kepala, dan tidak pernah kenal menyerah itu? Jawabannya adalah karena anjing kecil itu tidak memiliki kekuasaan  atas orang yang sudah dewasa.


Gizzly adalah seekor beruang dewasa yang juga memiliki tekad yang sama kuatnya dengan si anjing Chihuahua untuk menghabisi seorang manusia. Jika ia (manusia)  tidak membawa senapan yang kuat, manusia tersebut pasti akan terancam oleh bahaya besar. Apa bahaya besar itu? Bahaya besar itu adalah bahwa manusia tidak akan mampu menguasai dan mengendalikannya. Karena tidak membawa senapan, beruang yang ganas itu dapat dengan sangat mudah menaklukkan, mengalahkan, dan menghabisi manusia. Beruang itu bisa dengan mudah menguasai manusia.


Dua contoh peristiwa di atas memberitahukan satu hal terpenting kepada kita bahwa sesungguhnya di planet bumi ini ada banyak sekali kekuatan lain yang tidak menghendaki kita menyelesaikan pertandingan kita dengan baik. Pada saat kita berhadapan dengan situasi yang sangat genting seperti dalam cerita tentang anjing Chihuahua dan beruang Gizzly, bagaimana Saudara dan saya bisa tahu bahwa kita memiliki kuasa atau kekuatan untuk melwan mereka? Saat berhadapan dengan musuh supraalami yang tidak kelihatan, dari manakah kita bisa menerima kuasa atau kekuatan untuk memerintah sebagai raja dan ratu dalam kehidupan kita yang berlangsung selama sejumlah waktu di bawah kolong langit ini?


Roh Kudus sendiri yang sudah menjawab pertanyaan itu melalui Rasul Paulus dalam sebuah suratnya kepada satu jemaat Tuhan di Roma. Rasul Paulus berkata dengan sangat yakin bahwa "Melalui Dia, Allah melimpahkan rahmmat-Nya kepada begitu banyak orang, dan dengan cuma-cuma memungkinkan mereka berbalik kembali dengan Allah; mereka akan berkuasa di dunia ini melalui Kristus." (Roma 5:17, BIS). Kita akan mampu melaksanakan peran kita sebagai raja dan ratu dalam kehidupan di planet bumi ini karena kekuatan kasih karunia Allah Bapa yang tersedia secara berlimpah untuk kita dan mengalir dengan deras ke dalam kehidupan kita melalui Yesus Kristus. Amin.


Selamat beribadah. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua.

Sumber: Renungan di grup WA tolas pah timor

Sabtu, 11 Maret 2023

Pendalaman KS dan Aksi Puasa Pembangunan Tahun 2023

Tema Umum : Tinggal Dalam Kristus, Hadirkan Damai bagi Sesama dan Alam Ciptaan

Pertemuan pertama kelompok Villa Kenanga untuk pendalam kitab suci dan APP (Aksi Puasa Pembangunan) 2023 dilaksanakan di rumah bapa/ibu Iriantoro pada hari/tanggal :  Kamis/2 Maret 2023 jam 18.30 - 19.45

Pertemuan dipimpin oleh bapa Stefanus Sikone, bacaan Inspirasi Kitab Suci dibaca oleh Grace (siswi SMP Pangudi Luhur Salatiga)

Tema Pertemuan 1 : Membangun Pertobatan Sejati di Masa Prapaskah

Tujuan

  1. Umat diajak untuk menginternalisasi tujuan masa prapaskah dan gerakan APP.
  2. Umat diajak untuk membangun pertobatan sejati, dengan mengupayakan matiraga dan kesalehan hidup sebagai murid Kristus, menghadirkan damai dalam hidup bersama dan peduli pada sesama serta alam ciptaan.
  3. Umat diajak untuk membangun niat konkreti yang akan dihayati selama masa prapaskah


Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3


Gambar 4


Pertemuan kedua kelompok Villa Kenanga untuk pendalam kitab suci dan APP (Aksi Puasa Pembangunan) 2023 dilaksanakan di rumah bapa/ibu Iriantoro pada hari/tanggal :  Kamis/9 Maret 2023 jam 18.30 - 20.00

Pertemuan dipimpin oleh bapa Iriantoro, bacaan Inspirasi Kitab Suci dibaca oleh Ara (siswi SD)

Tema Pertemuan 2 : Kebersamaan dalam Persekutuan Membangun Gereja yang hidup

Tujuan: 

  1. Merefleksikan pengalaman kehidupan menggereja, kadang ada kesalahpahaman, iri dan sebagainya
  2. Membangun kesadaran bersama hidup dalam kesatuan Gereja, Ut omnes unum sint
Gambar 1


Gambar 2



Gambar 3



Gambar 4



Gambar 5

Pertemuan ketiga kelompok Villa Kenanga untuk pendalaman  Kitab Suci dan APP (Aksi Puasa Pembangunan) 2023 dilaksanakan di rumah bapa/ibu Iriantoro pada hari/tanggal :  Kamis/16 Maret 2023 jam 18.30 - 20.00

Pertemuan dipimpin oleh Bu Wahyu, bacaan Inspirasi Kitab Suci dibaca oleh  Benedictus Magnus Moat Amfotis (siswa SMP Pangudi Luhur Salatiga)

Tema Pertemuan 3 : Berpatisipasi Menghadirkan Damai di Masyarakat

Tujuan: 

  1. Merefleksikan persjuangan membangun kedamaian di tengah masyarakat
  2. Membangun kepedulian dan tanggung jawab terhadap hidup berbangsa dan bernegara
  3. Membangun kesadaran dan pengharapan akan penyelenggaraan Ilahi
Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Pertemuan keempat kelompok Villa Kenanga untuk pendalaman  Kitab Suci dan APP (Aksi Puasa Pembangunan) 2023 dilaksanakan di rumah bapa/ibu Iriantoro pada hari/tanggal :  Rabu/22 Maret 2023 jam 18.30 - 20.00

Pertemuan dipimpin oleh Bu Lina, bacaan Inspirasi Kitab Suci dibaca oleh  Benedictus Magnus Moat Amfotis (siswa SMP Pangudi Luhur Salatiga), Kisah Inspirasi dibaca oleh Ara 

Tema Pertemuan 4 : Berpartisipasi Membangun Damai dengan Alam Ciptaan 

Tujuan: 

  1. Mengajak umat untuk mensyukuri alam ciptaan Tuhan sebagai berkat dari Tuhan
  2. Menyadari dan membangun pertobatn atas alam yang rusak karena ketidak pedulian dan keserakahan manusia 
  3. Mengajak umat berpartisipasi memulihkan dan melestarikan keutuhan ciptaan 
Gambar 1

Gambar 2



Gambar 3
Gambar 4

Gambar 5

Gambar 6

Gambar 7